Skip to main content

(JUALAN!! XD) My New Children Book

Well... i don`t really understand why my blog became so random this time. I mean... i wrote more serious things previously, with serious language, too. Tapi lama-lama saya makin sibuk dan lebih memilih untuk menulis yang 'serius-serius' untuk dikirim ke media cetak saja... atau, media online yang juga serius. Jadi, we can say this blog is purposed on writing simple and daily things on my life, atau promosi buku, hehehe... Mulai sekarang, blog ini akan lebih random dan jangan heran jika saya semakin sering menulis dengan beberapa gaya yang berbeda :v hahaha. I`m not even sure which language am i gonna use here. But most Indonesians will understand this, i`m pretty sure, so yeah... nggak papa lah, sekali-sekali saya menggunakan dua bahasa (bingung wkwkwk). Kalau kamu nggak paham, saya menyediakan translator di blog ini, hehehe.

Like i say... the point of this post is to promote and SELL my newest book. I used to be a kid, and the last time my children story-published was ... i forgot, like years ago, when i was 11. Ada 2 cerpen saya yang dimuat di koran Media Indonesia. Setelah itu...

I began reading adult books. I mean, not that 'adult content', melainkan bacaan yang umumnya lebih cocok dibaca orang dewasa, atau minimal anak SMA-lah... Sewaktu kelas 6 dan seterusnya, saya meninggalkan bacaan anak-anak dan beralih ke konspirasi, sejarah, dan lain-lain. Ciri khas anak-anak dalam tulisan saya pun menguap. Kalau diminta menulis untuk anak-anak lagi, rasanya susah dan aneh. Padahal... i didn`t live childhood for too long. Wadaoww...

Sampai suatu hari... penerbit Mizan memberi saya kesempatan untuk menulis di segmen KKPK Class. Undirectly, sih... tutor menulis saya, Kak Norma, yang menyampaikan dan saya cuma diminta menulis. Selepas itu, i only need to send my work to Kak Norma and she`ll submit it for me. Easy? This sounds great too, kalau naskahmu dibeli, dan jam terbang menulismu bertambah. Apparently, it`s not easy at all, really...

Pasalnya, jiwa saya yang suka mengeksplor ini sudah berjalan terlalu jauh dan lupa kalau baru beberapa tahun meninggalkan masa kanak-kanak. I really had no clue about what to write, had no idea about the children-writing style. Oh my goodness... 

Saya hampir meninggalkan proyek ini sampai mama mengajak saya mampir ke sekolah saya SD dulu. Saya bertemu guru-guru lama (dan saya sangat senang karena bertemu dua guru favorit saya!), bercerita soal kesibukan saya sekarang, dan apa saja yang saya tekuni. It was such a wonderful day. Guru-guru saya -- mereka mengapresiasi apa yang saya lakukan - dan yang lebih membanggakan, anak-anak yang kini mengenyam pendidikan di tempat yang pernah saya tempati itu, juga mengapresiasi saya. They were super excited and enthusastic when i said i`m an author and polyglot. They asked me a lot of things, and i loved to share with them. Saya juga bangga karena bisa melihat kalau kita punya generasi-generasi yang lebih baru - yang cerdas dan potensial. Dari sinilah, saya teringat masa kanak-kanak saya. It was a little while when i talked to them, tapi cukup untuk menggali memori tentang saya dulu, tentang jalan pemikiran anak-anak, karakter mereka, gaya bicara mereka.

AHA! That`s it! 

Sekarang, tidak ada alasan lagi untuk membatalkan proyek itu. I continued writing, i think in just a week or something. Selepas penulisan buku itu, saya tak memikirkan apapun. Until i got a news that my script is purchased by Mizan, i`m waiting for almost a year (or a year? i forgot), dan baru Senin lalu 5 paket buku KKPK Class Nomik; The Journalist School tiba di rumah. I opened the package and start laughing at myself, honestly embarrassed of how i write, and how i can write something .. yang sangat anak-anak :v well, not really embarrassed... it`s just a sweet thing to remember how i used to be a child, with a quirky mind.

This is the cover of the book :
 

By the way... karena KKPK Class adalah sebuah serial, buku saya adalah yang ke-20 dalam serial ini. I didn`t check if it`s already distributed in the bookstores. Tapi pasti akan dijual di Gramedia. Kalau kamu menginginkan diskon, kamu juga bisa purchase di toko online Mizan. Anyway, if you want the book with my autograph (lhadalaaa :v), you can order the book in my email or my instagram, don`t forget to follow :v Yuk, ditunggu ya, orderannya!





Popular posts from this blog

Serangga Air Mengagumkan: Capung

Sekilas, tak ada yang istimewa dari makhluk ini. Namun, telaah lebih dalam, dan ia membuktikan bahwa makhluk bermata majemuk ini menarik untuk dipelajari. Si serangga air ini berhasil membuka mata saya untuk mempelajari banyak hal. 

Ada yang tak biasa di Blok O, JAZ (Jogja Adventure Zone). Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam, saya kembali bersemangat. Sebab, ketika bangun dari tidur, tiba-tiba saja saya tiba di lokasi. Tempatnya cukup menyenangkan. Terdapat pepohonan rindang dan kolam-kolam yang memantulkan cahaya matahari. Cuaca cerah dan menyejukkan, cuaca favorit saya yang sulit ditemui. Di tempat ini, yang akan saya lakukan adalah belajar meneliti. Tentu saja, penelitian ini tidak saya lakukan seorang diri. Ada pula peserta lainnya yang juga melakukan penelitian bersama saya. Sebagai pemandu, terlihat sekelompok orang yang tergabung dalam Indonesia Dragonfly Society yang siap memandu para peserta yang terlibat dalam event penelitian yang satu ini. Sesungguhnya…

[Resensi Buku] Emerald Star

Resensi oleh : Alifia Afflatus

Judul : Emerald Star
Penulis : Jacqueline Wilson
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Novel Emerald Star adalah buku terakhir dalam trilogi Hetty Feather. Kamu juga bisa menonton trailernya dengan mengunggah aplikasi Emerald Star di App Store atau Google Play. Lalu arahkan ke sampul buku ini!



Hetty Feather yang bertubuh kecil, adalah mantan anak panti asuhan Foundling Hospital. Ia juga pernah bekerja menjadi pelayan serabutan. Namun, ibunya meninggal saat musim panas, karena penyakit tuberkulosis. 
Sesuai dengan pesan ibunya, ia harus mencari ayah kandungnya yang telah lama hilang. Maka, Hetty pergi ke Monksby. Monksby di daerah pesisir, adalah tanah kelahiran ibunya dan tempat ibunya berpisah dengan ayahnya.
Hetty telah menemukan ayahnya yang bernama Bobby Waters. Ia sudah memiliki seorang istri baru dan dua anak. Istrinya yang bernama Katherine itu, tidak menyukai Hetty. Namun, ayahnya begitu menyayanginya. Disitu juga ia mengetahui nama asli ibunya.
Sayangny…